Gaya Anti-Mainstream J-Hope BTS, Pakai Baju Mirip Jubah Mandi di Bandara

 


Boyband asal Korea Selatan Bangtan Boys baru-baru ini menggelar konser sekaligus tampil di ajang penghargaan tokebetting di Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Setelah itu, mereka kembali ke Korea Selatan untuk menjalani liburan panjang.

Usai melakukan karantina mandiri slot online, J-Hope menjadi personel BTS terakhir yang sampai di Korea Selatan. Di Bandara Incheon, Seoul, pemilik nama asli Jung Ho-Seok ini tampil unik dengan pakaian yang anti-mainstream.

Dalam unggahan akun Instagram @koreadispatch, 9 Desember 2021,terlihat memakai kaus keluaran brand Crome Hearts berwarna kuning. Dilansir dari Instagram @btscloset___, kaus itu dibanderol 700 dolar AS atau sekitar Rp10 jutaan.

BACA JUGA : 

Wanita Ini Ikut Ujian Semester Sambil Pakai Baju Pengantin, Curi Perhatian


J-Hope melapisi kaus kuningnya dengan outer keluaran brand UGG yang mirip jubah mandi. Personel BTS ini terlihat percaya diri menyusuri jalanan bandara dengan baju handuk mandi berwarna cokelat ini.

Meskipun kombinasi pakaiannya membuat penggemar kaget, J-Hope tetap terlihat keren. Baju ini dibanderol 145 dolar atau sekitar Rp2,1 Juta. Tak lupa, J-Hope memakai masker hitam untuk menjalani protokol kesehatan. 

Rp75 juta

Bukan hanya menggunakan hoodie dan baju handuk, J-Hope memadukan penampilannya dengan celana Silver Embellished Track Pants seharga 1.695 dolar AS atau sekitar Rp24 juta. Penyanyi lagu ‘Butter’ ini terlihat simpel dengan sandal hitam beraksen gambar bibir.

Sandal berbahan kulit ini dibanderol seharga 725 dolar AS atau sekitar Rp10,5 juta. Untuk melengkapi penampilannya, J-Hope menggunakan kacamata hitam dengan aksen gold di bagian bingkainya.

Kacamata Matty Boy TV Party ini dibanderol 2.000 dolar AS atau sekitar Rp29 juta. Total outfit unik J-Hope saat di bandara ini mencapai Rp75 juta. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trik 5 Kemudahan Untuk Bermain Judi Togel Online

Una marea di spot televisivi di gioco d'azzardo ha reso il Regno Unito una nazione di passeggeri in difficoltà?