Rp 285 Juta untuk Baju Dinas Anggota DPRD Bondowoso
Sekretaris DPRD Solikhin membenarkan ada anggaran pimpinan dan anggota dewan sebesar Rp 285 juta lebih. Dia menyatakan game slot online aman terpercaya, anggaran tersebut tersebut diperuntukkan bagi 45 anggota DPRD dengan masing-masing akan mendapat baju dinas empat sampai lima pasang.
"Itu lupa saya, kalau tidak salah empat. Sekitar lima atau empat per anggota dewan, dikutip dari TimesIndonesia.
Dia menilai anggaran yang hampir menyentuh angka Rp 300 juta itu masih wajar dan sederhana. Apalagi dibanding daerah lain slot games online . Anggaran untuk belanja baju dinas itu kata dia, diatur dalam PP nomor 18 tahun 2017. Yakni memang sudah ada amanah peraturan pemerintah.
Penganggaran baju ini merupakan hak anggota dewan. Iya setiap tahun (ada anggaran)," jelasnya.Menurutnya, ada beberapa pakaian nantinya. Yakni baju rapat, Pakaian Sipil Resmi (PSR), Harian (PDH), Pakaian Sipil Harian (PSH) dan juga batik.
BACA JUGA :
Ayu Dewi Diprotes Anak Pakai Baju Seksi
Refocusing
Sementara mengenai penganggaran untuk baju dinas di tengah pandemi dianggapnya wajar saja.Namanya pejabat ya, masak bajunya rapat itu-itu saja," imbuhnya. Menurutnya, anggaran DPRD Bondowoso juga telah direfocusing untuk menutupi defisit.Bisa efisiensi dari yang lain, tak harus dari itu (anggaran baju dinas)," jelasnya.
Papua 2021 adalah kolaborasi dari Custom Collaboration, Urbain, Inc. Jakarta, DOMINATE, Exodos57, broDeer, Papuanculture.co, Noken Clothing, Biabom, dan Club Bike Bike. Turut terlibat pula 12 artisan Indonesia dalam kolaborasi ini.
Berdasarkan pantauan di salah satu e-commerce sebagai platform menjual PON XX Papua 2021, ada sederet kaus warna putih dan hitam yang dihiasi dengan gambar dari masing-masing cabang olahraga. Sebut saja Papuan Culture dan Asyer Sembiring berkolaborasi dalam merespons cabang olahraga Daying dengan gaya dan style artisan.
Ada dari Noken Clothing dan Arya Mularama berkolaborasi untuk kaus bergambar cabang olahraga Aerosport serta Biabom dan FYRMAN.A merespons cabang olahraga Kempo. Juga, kaus kolaborasi antara PON dan Urbain menciptakan sebuah makna bahwa PON yang terselenggara di tanah Papua adalah milik semua masyarakat Indonesia.
Kaus kolaborasi tersebut dijual seharga Rp180 ribu. Selain kaus, tersedia juga kaus lengan panjang hasil kolaborasi PON dan Dominate dengan sentuhan kain Melle Taba yang diproduksi langsung oleh perajin asal suku MOI di Sorong.
Crewneck seharga Rp850 ribu ini terbuat dari bahan 100 persen cotton fleece 330gsm dengan warna two tone. Detail utama merchandise PON XX Papua 2021 adalah Kain Tenun Tradisional Papua di kedua sisi tangan serta dilengkapi dengan oil based print di kedua tangan dan dada.
Komentar
Posting Komentar